Poin Utama
BIS mengatakan Proyek Agora menyelesaikan uji coba nilai nyata untuk pembayaran lintas batas grosir yang ditokenisasi. Uji coba tersebut menyelesaikan sekitar 800.000 franc Swiss, atau sekitar $1 juta, dalam 17 skenario transaksi. Uji coba menggunakan cadangan bank sentral yang ditokenisasi dan setoran bank komersial. Mata uang yang digunakan untuk penyelesaian mencakup franc Swiss, euro, pound sterling, yen Jepang, won Korea, dan dolar AS. Peserta termasuk Bank of England, Banque de France, Bank of Japan, Bank of Korea, Swiss National Bank, JPMorgan, Citi, Deutsche Bank, BNP Paribas, UBS, Standard Chartered, dan Mitsubishi UFJ Financial Group.
Mengapa ini penting: Uji coba penyelesaian yang ditokenisasi dapat membuat infrastruktur pembayaran setara perbankan lebih layak jika institusi dapat membuktikan kecepatan, keamanan, dan interoperabilitas.
Sentimen Pasar
Berhati-hati optimis, didorong oleh kebijakan.
Alasan: Proyek Agora menyelesaikan uji coba pembayaran grosir lintas batas yang ditokenisasi dengan nilai nyata, yang dapat mendukung kepercayaan terhadap infrastruktur penyelesaian yang ditokenisasi.
Kasus Serupa di Masa Lalu
Proyek Helvetia Fase II berakhir pada Januari 2022 dan menunjukkan bahwa CBDC grosir dapat diintegrasikan dengan sistem dan proses perbankan inti yang ada dari bank komersial dan bank sentral. Eksperimen ini mencakup lima bank komersial dan mencakup transaksi antarbank, kebijakan moneter, dan lintas batas. (BIS) Perbedaan utamanya adalah Proyek Agora menguji beberapa mata uang dan setoran bank komersial bersama dengan cadangan bank sentral yang ditokenisasi.
Efek Ripple
Reserve dan penyelesaian setoran yang ditokenisasi dapat mengurangi hambatan dalam saluran pembayaran institusional jika pengujian terus menunjukkan penyelesaian yang cepat dan andal. Jika bank sentral dan bank komersial memperluas pengujian ke dalam alur kerja operasional, maka tim kepatuhan dan keuangan mungkin bersiap untuk proses setoran yang ditokenisasi.
Peluang & Risiko
Peluang: Ketika BIS merilis hasil pengujian Project Agora lebih lanjut, maka infrastruktur pembayaran yang ditokenisasi menjadi sinyal penelitian yang lebih kuat. Jika lebih banyak peserta perbankan mendukung model penyelesaian yang sama, maka daftar pantau infrastruktur tokenisasi mungkin menjadi lebih relevan.
Risiko: Jika pengujian selanjutnya mengungkap batasan kebijakan atau kendala operasional, maka mengurangi eksposur terhadap narasi tokenisasi dapat membatasi kerugian akibat adopsi yang lebih lambat. Jika pengujian tetap bersifat eksperimen, maka dampak pasar jangka pendek mungkin tetap terbatas.
