Pendiri Into the Cryptoverse, Benjamin Cowen, berpendapat bahwa meskipun terjadi inovasi di seluruh pasar kripto, nilai pada akhirnya akan terkonsolidasi kembali ke bitcoin seiring waktu.
Dia membagikan pandangan ini dalam postingan X terbaru. Dia menyoroti keunggulan first-mover Bitcoin, likuiditas yang dalam, dan pengakuan institusional yang terus meningkat sebagai faktor-faktor yang menjadikannya pusat dari ekosistem.
Poin Utama
- Benjamin Cowen menyatakan bahwa nilai kripto selalu berputar kembali ke bitcoin.
- Meskipun altcoin sering kali unggul selama fase bull, ia menekankan bahwa bitcoin pada akhirnya menyerap kembali likuiditas di siklus-siklus selanjutnya.
- Meskipun bitcoin telah mengalami penarikan sebagian besar keuntungan terbarunya, ia masih mempertahankan dominasi pasar sekitar 57%.
- Arus masuk ETF yang berkelanjutan dan akumulasi korporat yang berlangsung terus memperkuat kepemimpinan jangka panjang bitcoin.
Semuanya di Cryptoverse Kembali ke Bitcoin
Menurut Cowen, aset-aset di seluruh cryptoverse, termasuk altcoin utama dan protokol baru, cenderung “mengalir kembali” ke Bitcoin dalam satu atau dua siklus. Komentarnya menunjukkan bahwa meskipun altcoin mungkin unggul dibanding Bitcoin dalam jangka pendek, modal sering mengalir dari proyek-proyek ini ke Bitcoin dalam jangka panjang.
Secara historis, pola ini terjadi secara bertahap. Pertama, bitcoin mengalami kenaikan kuat karena masuknya modal baru ke pasar. Setelah itu, investor memindahkan keuntungan ke altcoin untuk mencari imbal hasil yang lebih tinggi.
Namun, investor memutar kembali modal tersebut ke bitcoin untuk stabilitas, menyebabkan harga altcoin anjlok signifikan. Siklus ini membantu BTC memperkuat dominasinya, menyerap likuiditas dari proyek-proyek yang terlalu hype.
Konteks Historis
Misalnya, pada November 2024, bitcoin melonjak dari sekitar $70.000 menjadi $100.000 didorong oleh momentum makro. Sementara itu, modal berpindah ke altcoin utama seperti Solana, yang naik ke level tertinggi sepanjang masa mendekati $295 pada Januari 2025.
Meskipun demikian, bitcoin kembali memperoleh momentum beberapa bulan kemudian, akhirnya mencapai rekor $126.000 pada Oktober 2025 saat permintaan institusional dan ritel meningkat. Namun, Solana gagal mencapai puncak baru selama periode yang sama.
Di pasar bear saat ini, sementara bitcoin diperdagangkan sekitar 44% di bawah puncaknya, Solana turun hampir 70%. Altcoin lainnya, seperti Shiba Inu, berkinerja jauh lebih buruk, diperdagangkan dengan kerugian lebih dari 90% dari titik tertinggi mereka.
Kondisi Saat Ini
Minggu ini, dinamika serupa muncul selama reli pemulihan pasar. Meskipun bitcoin meningkat kurang dari 10% selama minggu tersebut, altcoin seperti Hyperliquid dan XRP mencatatkan kenaikan ganda dua angka yang lebih kuat. Meski demikian, teori Cowen menunjukkan bahwa, seiring waktu, kinerja unggul semacam ini sering memudar ketika modal berpindah kembali ke bitcoin.
Sementara itu, pasar yang lebih luas telah menarik diri. Bitcoin turun di bawah $70.000, sementara Ethereum jatuh di bawah $2.150. Meskipun penurunan ini, Bitcoin terus mendominasi pasar, diperdagangkan sekitar $69.459 dengan kapitalisasi pasar $1,38 triliun dan dominasi 57,74%.
Kekuatan ini semakin didukung oleh arus masuk institusional berkelanjutan ke ETF Bitcoin, bersama dengan akumulasi berkelanjutan oleh perusahaan seperti Strategy.
Penafian: Konten ini bersifat informasional dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin mencakup pendapat pribadi penulis dan tidak mencerminkan pendapat The Crypto Basic. Pembaca didorong untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. The Crypto Basic tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial apa pun.


