Sir Dave Ramsden, Wakil Gubernur Bank of England, mengingatkan tentang inflasi global. Pesannya jelas: risikonya cenderung meningkat, dan kekuatan yang mendorongnya sebagian besar berada di luar kendali Inggris.
Itu adalah perubahan bermakna dari sikap sebelumnya Bank, yang menggambarkan gambaran yang lebih seimbang. Sekarang, Komite Kebijakan Moneter melihat dunia di mana berbagai tekanan eksternal berkumpul sekaligus.
Apa yang mendorong kekhawatiran
Laporan Kebijakan Moneter Bank of England Juli 2026 menjelaskan kasus ini secara rinci. Tiga kekuatan global utama bersekongkol untuk menjaga inflasi tetap tinggi.
Pertama, harga energi. Konflik berkelanjutan di Timur Tengah terus memberikan tekanan naik pada pasar minyak dan gas.
Kedua, rantai pasok masih merasakan tekanan. Penyebabnya adalah lonjakan permintaan untuk komponen terkait AI, terutama mikrochip. Perlombaan global untuk membangun infrastruktur AI telah menciptakan kendala berkelanjutan dalam pasokan semikonduktor, dan kemacetan ini berdampak pada biaya manufaktur yang lebih luas.
Ketiga, pola cuaca El Niño yang tidak biasa kuat diprediksi terjadi pada 2026-27, yang dapat mengganggu produksi pertanian secara global. Artinya, harga pangan akan naik. Inflasi pangan sangat sulit dikendalikan karena langsung memengaruhi anggaran rumah tangga dan cenderung membentuk ekspektasi inflasi publik lebih dari hampir semua kategori lainnya.
Menurut proyeksi Bank, inflasi harga ekspor dunia diperkirakan meningkat tajam selama kuartal kedua 2026 dan tetap tinggi hingga paruh kedua tahun tersebut. Hal ini secara langsung memengaruhi harga impor Inggris.
Posisi Inggris
Pada September 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen Inggris berada di level 2,6%. Itu di atas target 2% Bank.
Ramsden mengakui bahwa telah terjadi kemajuan berarti dalam desinflasi domestik. Pertumbuhan upah telah melambat, dan beberapa tekanan harga pasca-pandemi yang melanda konsumen Inggris selama bertahun-tahun telah memudar.
Penilaian MPC adalah bahwa efek putaran kedua—jenis di mana biaya impor yang lebih tinggi memicu tuntutan upah dan kenaikan harga yang lebih luas di seluruh ekonomi—seharusnya tetap moderat untuk saat ini. Di mana Bank sebelumnya melihat kemungkinan yang kira-kira sama bahwa inflasi akan berada di atas atau di bawah perkiraan, timbangan sekarang condong ke sisi atas.

