Odaily Planet Daily melaporkan, pendiri perusahaan konsultan AI Australia, Paul Conyngham, memposting di platform X, mengungkap proses teknis lengkap dalam merancang vaksin kanker mRNA personalisasi untuk anjing peliharaannya dengan memanfaatkan beberapa chatbot AI. Anjing tersebut didiagnosis menderita kanker sel mast ganas pada Mei 2024, setelah itu data sekitar 300 GB diperoleh melalui sekuensing genom lengkap dan RNA, dan kemudian diproses secara kolaboratif oleh ChatGPT, Gemini, serta Grok untuk memilih target, membangun model struktur protein, dan merancang urutan vaksin, akhirnya mengidentifikasi mutasi gen c-KIT serta menyaring 7 target neoantigen.
Vaksin dipersiapkan oleh tim peneliti terkait Universitas New South Wales dan diberikan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Queensland. Rencana pengobatan keseluruhan mencakup kombinasi vaksin mRNA, inhibitor tirosin kinase, dan inhibitor PD-1, dengan jadwal pemberian yang direncanakan dengan bantuan AI. Setelah pengobatan dimulai pada Desember 2025, sebagian tumor mengecil dalam tiga bulan, tetapi masih ada lesi yang tidak merespons yang memerlukan penanganan bedah. Para ahli menunjukkan bahwa kasus ini merupakan praktik individu tunggal dan belum dapat dijadikan kesimpulan medis yang berlaku umum.
