TL;DR
- Arthur Hayes melihat ethereum mencapai $10.000 pada akhir 2026 seiring meluasnya likuiditas dolar.
- Dia juga mengharapkan pergerakan besar berikutnya Bitcoin ditandai oleh EUR/JPY, yang diprediksinya jatuh menuju 140 atau di bawahnya.
- Tesisnya berfokus pada tekanan perbankan, likuiditas Federal Reserve, dan pembiayaan Treasury, sementara ENA dan ETHFI tetap menjadi taruhan berisiko lebih tinggi dengan target keuntungan agresif yang serupa.
Hayes mengalihkan perhatian dari retorika Federal Reserve jangka pendek dan beralih ke pasar mata uang sebagai indikator potensial dari pergerakan besar berikutnya dari Bitcoin. Dalam analisis terbarunya, Maelstrom CIO berpendapat bahwa EUR/JPY bisa memberikan sinyal lebih awal mengenai perubahan kondisi likuiditas dolar.
Hayes memperkirakan EUR/JPY, yang baru-baru ini diperdagangkan di dekat 185, akan turun menuju 140 atau di bawahnya pada Juni 2027. Ia mengaitkan pergerakan tersebut dengan perubahan arus modal yang melibatkan Jepang dan sekutu utama AS lainnya di Asia, bersamaan dengan kebijakan Treasury yang bertujuan mendukung daya saing Amerika.
Bagian yang lebih besar dari tesisnya melibatkan perbankan Eropa. Hayes menunjuk BNP Paribas, Crédit Agricole, dan Société Générale sebagai peserta penting di pasar repo AS. Ia berpendapat bahwa tekanan pendanaan yang meningkat kembali di bank-bank Prancis pada akhirnya dapat meningkatkan kebutuhan akan dukungan Federal Reserve, berpotensi menciptakan kondisi yang menguntungkan untuk aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum.
Pandangan itu sangat bergantung pada likuiditas. Hayes memperkirakan bahwa operasi Federal Reserve yang mendukung pasar Treasury dapat meningkat secara signifikan jika tekanan pendanaan memburuk. Dari perspektifnya, likuiditas dolar tambahan akan memberikan fondasi yang lebih kuat untuk ekspansi kripto lainnya daripada perubahan retorika jangka pendek Fed semata.

Hayes Melihat Ethereum Memimpin Peningkatan Lebih Luas di Kripto
Ethereum menjadi pusat dari posisi bullish Hayes. Ia menetapkan target akhir tahun 2026 sebesar $10.000 untuk ETH, dibandingkan dengan level sekitar $2.400 yang disebutkan dalam analisis terbarunya. Mencapai target tersebut memerlukan ETH meningkat lebih dari empat kali lipat, menjadikannya proyeksi agresif daripada harapan harga jangka pendek.
Hayes juga mengidentifikasi Ethena’s ENA di $0,50 dan ETHFI dari Ether.fi di $2 sebagai target spekulatif. Kedua perkiraan tersebut menyiratkan kenaikan lebih dari 200% dari level yang disebutkan dalam analisisnya, mencerminkan preferensinya terhadap aset yang bisa mendapat manfaat secara tidak sebanding dari pemulihan likuiditas.
Bitcoin tetap menjadi posisi jangka panjang kripto utamanya, tetapi argumen terbarunya menekankan lebih besar pada sinyal makro. Volatilitas terbaru telah menunjukkan seberapa cepat BTC dapat bereaksi terhadap ekspektasi kebijakan Federal Reserve, perkembangan geopolitik, dan perubahan likuiditas global.
Pasar kripto yang lebih luas karenanya bisa menghadapi ujian penting jika teori Hayes terwujud. Likuiditas dolar yang lebih kuat berpotensi mendukung bitcoin terlebih dahulu, lalu aset-aset dengan beta lebih tinggi di seluruh ethereum dan keuangan terdesentralisasi.




