Ark Invest baru-baru ini menyatakan bahwa ETF ventura yang dikelolanya memegang saham SpaceX. Lembaga tersebut menyatakan bahwa jika bisnis internet satelit Starlink menjalankan penawaran umum perdana secara terpisah, bisnis ini saja sudah cukup untuk mendukung valuasi sekitar $2 triliun, menunjukkan pandangan yang jelas lebih optimis terhadap prospek bisnisnya.
Penilaian valuasi berfokus pada Starlink
Penilaian ini tidak mencakup seluruh bisnis SpaceX, tetapi berfokus pada Starlink. Ark percaya bahwa seiring dengan terus berkembangnya jaringan satelit orbit rendah, Starlink telah mampu mendukung valuasi perusahaan teknologi skala besar secara mandiri.
Dibandingkan dengan bisnis peluncuran roket, Starlink lebih mirip model langganan dan layanan perusahaan. Bagi pasar modal, struktur pendapatan semacam ini biasanya lebih mudah mendapatkan premi valuasi perusahaan teknologi platform.
Ark telah memegang SpaceX melalui ETF
Ark menyatakan bahwa ETF ventura risikonya telah memegang saham SpaceX. Ini berarti, lembaga ini tidak hanya membuat penilaian eksternal, tetapi juga telah terlibat dalam eksposur ekuitas perusahaan yang belum go public melalui konfigurasi produk.
Karena tidak ada saluran investasi langsung yang tersedia di pasar terbuka untuk SpaceX, setiap pernyataan baru mengenai valuasi, pendanaan, dan jalur potensial go-public-nya biasanya langsung menarik perhatian pasar.
Diskusi listing kembali memanas
Pernyataan Ark juga kembali memicu diskusi di kalangan luar mengenai rencana go public masa depan SpaceX atau Starlink. Jika Starlink akhirnya go public secara terpisah, valuasi-nya akan masuk ke jajaran IPO teknologi terbesar di dunia.
Informasi yang saat ini dapat dikonfirmasi masih merupakan pandangan institusional, bukan rencana resmi perusahaan untuk go public. Variabel berikutnya yang lebih diperhatikan adalah pertumbuhan pengguna Starlink, ekspansi pelanggan bisnis, dan kinerja profitabilitasnya, apakah mampu terus mendukung ekspektasi valuasi ini.
