Menurut laporan BlockBeats, pada 17 Januari, menurut Bloomberg yang mengutip sumber terpercaya, bank aset digital pertama di Amerika Serikat yang memiliki izin federal, Anchorage Digital, sedang mencari putaran pendanaan baru sekaligus mengeksplorasi rencana potensial untuk penawaran saham publik.
Salah seorang yang meminta untuk tetap anonim mengatakan bahwa Anchorage berencana mengumpulkan dana sebesar 200 juta hingga 400 juta dolar AS sebelum penawaran umum perdana (IPO) yang mungkin terjadi tahun depan, dan saat ini masih menentukan skema penilaian mereka.
Kualifikasi federal yang dimiliki oleh Anchorage Digital Bank NA memungkinkannya untuk menerbitkan stablecoin di Amerika Serikat sesuai dengan Undang-Undang GENIUS yang ditandatangani pada bulan Juli tahun ini. Pada bulan September tahun ini, perusahaan mengumumkan rencana untuk bekerja sama dengan Tether Holdings SA (yang berbasis di El Salvador) yang merupakan penerbit stablecoin terbesar di dunia, guna meluncurkan token USAT di pasar Amerika Serikat.
Anchorage menyelesaikan putaran pendanaan sebesar 350 juta dolar AS pada akhir 2021, yang dipimpin oleh perusahaan investasi KKR, dengan partisipasi dari institusi-institusi seperti Goldman Sachs, perusahaan investasi pemerintah Singapura, dan dana kredit Apollo. Pendanaan ini membuat valuasi Anchorage melebihi 3 miliar dolar AS.
