Analis: Perubahan Hawkish Fed Membatasi Pilihan Pemotongan Suku Bunga Powell

iconKuCoinFlash
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Berita Fed dari risalah rapat April menunjukkan pergeseran sikap bank sentral, dengan bahasa yang kini menekankan kebutuhan untuk mempertahankan suku bunga lebih lama karena inflasi tinggi dan risiko geopolitik. Analis Eamonn Sheridan mencatat bahwa inflasi menyebar di luar energi ke sektor pengiriman, tarif penerbangan, dan pertanian. Hal ini mempersulit preferensi Powell terhadap pemotongan suku bunga, karena komite yang lebih hawkish dapat menunda tindakan. Pasar opsi saat ini menghargai kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir 2026 jika inflasi berlanjut. Berita Fed dan sinyal pasar menunjukkan bahwa komunikasi FOMC mungkin menjadi lebih volatil seiring pembentukan kepemimpinan Powell.

Odaily Planet Daily melaporkan, analis dari situs keuangan AS investinglive, Eamonn Sheridan, menunjukkan bahwa risalah rapat Federal Reserve bulan April menunjukkan perubahan signifikan dalam sikap Fed. Pernyataan sebelumnya yang menekankan respons "fleksibel dan cepat" berdasarkan data ekonomi telah digantikan oleh redaksi baru: inflasi yang terus tinggi, ditambah ketidakpastian dampak durasi konflik Iran terhadap ekonomi, mungkin berarti kebijakan perlu dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Masalah inflasi yang dihadapi Ketua baru Wosh bukan hanya masalah energi semata. Para pejabat menunjukkan bahwa biaya bahan bakar yang tinggi secara bertahap ditransmisikan ke tarif pengiriman, harga tiket pesawat, dan biaya pupuk, sehingga tekanan inflasi menyebar ke bidang yang lebih luas. Efek transmisi ini membuat inflasi lebih sulit dianggap sebagai faktor sementara, dan memberikan dasar yang lebih berkelanjutan bagi pejabat hawkish yang mendukung mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya.

Pasar saat ini memperkirakan bahwa jika inflasi gagal menurun, The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga kembali pada akhir 2026 atau awal 2027. Walsh sendiri cenderung mendukung pemotongan suku bunga, tetapi posisi ini berpotensi bertentangan dengan komite yang semakin keras; seiring gaya kepemimpinan Walsh mulai terlihat, dinamika ini dapat memperburuk fluktuasi komunikasi di dalam FOMC. (TradingEconomics)

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.