TL;DR
- Versan Aljarrah berpendapat stablecoin berfungsi berbeda daripada XRP dalam pembayaran.
- Stablecoin bertindak sebagai mata uang digital; XRP berfungsi sebagai aset jembatan likuiditas.
- Ripple mengonfirmasi stablecoin RLUSD melengkapi XRP daripada menggantikan perannya.
Versan Aljarrah, pendiri Black Swan Capitalist, secara terbuka menolak kekhawatiran bahwa stablecoin dapat menggantikan XRP dalam infrastruktur pembayaran digital global. Argumen utamanya: kedua aset tersebut memiliki fungsi berbeda dalam sistem yang sama.
Stablecoin tidak menggantikan XRP.
Mereka sedang menyelesaikan tumpukan.Stablecoin mewakili mata uang.
XRP mewakili likuiditas.Bersama-sama, mereka menciptakan penyelesaian yang dapat diprogram.
— Black Swan Capitalist (@VersanAljarrah) 12 Maret 2026
Debat memperkeras setelah integrasi Ripple USD (RLUSD) ke dalam solusi pembayaran Ripple dan meningkatnya jumlah stablecoin yang dikeluarkan oleh institusi seperti JPMorgan Chase dan PayPal.
Perbedaan Kunci: Mata Uang vs. Jembatan Likuiditas
Aljarrah menarik garis jelas antara dua aset tersebut:
- Stablecoin berfungsi sebagai mata uang digital. Mereka mempertahankan nilai tetap relatif terhadap dolar atau mata uang fiat lainnya, menghilangkan volatilitas harga, dan memungkinkan transaksi di berbagai jaringan blockchain. Adopsinya meluas di perdagangan, pengiriman uang, dan keuangan terdesentralisasi.
- XRP bertindak sebagai jembatan likuiditas. XRP tidak beroperasi sebagai mata uang transaksi sehari-hari, tetapi sebagai aset yang menghubungkan berbagai mata uang selama proses penyelesaian antara lembaga keuangan.
Dari perspektif itu, kedua aset saling melengkapi. Stablecoin menangani lapisan transaksi, sementara XRP menyediakan likuiditas yang dibutuhkan agar pembayaran dapat melintasi batas negara dengan cepat dan biaya rendah.
Aljarrah berpendapat bahwa menggabungkan kedua elemen tersebut memungkinkan infrastruktur penyelesaian yang dapat diprogram, di mana aset digital bergerak dan diselesaikan hampir secara real time.
Perdebatan di Dalam Komunitas XRP
Beberapa anggota komunitas mendukung posisi Aljarrah. Satu pengguna menunjukkan bahwa stablecoin memberikan stabilitas nilai, sementara XRP menyelesaikan masalah likuiditas dalam pembayaran internasional. Bersama-sama, menurut interpretasi itu, mereka membentuk infrastruktur keuangan yang lebih lengkap daripada yang masing-masing aset berikan secara sendiri-sendiri.
Namun, para skeptis tetap mempertahankan keraguan mereka. Peluncuran RLUSD—stablecoin milik Ripple—menimbulkan pertanyaan apakah perusahaan tersebut secara perlahan menggeser XRP dari peran historisnya sebagai aset jembatan dalam jaringan pembayarannya.

Ripple merespons secara langsung: RLUSD tidak menggantikan XRP. Menurut perusahaan, kedua aset tersebut dapat berfungsi sebagai mata uang jembatan dalam penyelesaian lintas batas, dengan RLUSD meningkatkan titik masuk ke dalam sistem daripada menggantikan fungsi likuiditas yang telah dilakukan XRP sejak awal kemunculannya.
Pasar pembayaran digital global menyediakan ruang untuk lapisan-lapisan infrastruktur yang berbeda. Pertanyaan sebenarnya bukan aset mana yang bertahan, tetapi bagaimana masing-masing menempati posisinya dalam sistem keuangan yang terus berdigitasi dengan kecepatan yang semakin meningkat.

