Amundi Membeli Surat Berharga Pemerintah AS Jangka 2 Tahun di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Kekhawatiran Ekonomi

icon MarsBit
Bagikan
AI summary iconRingkasan
Amundi sedang membeli Treasury AS jangka 2 tahun menyusul pergerakan perdagangan kalender ekonomi dan kenaikan harga minyak. Perusahaan ini sedang menutup posisi pendek seiring harga minyak naik di atas $100 dan kenaikan suku bunga ECB mendorong imbal hasil Jerman ke level tertinggi sejak 2009. Nicolas Dahan mengatakan Treasury AS jangka 2 tahun kini menjadi pilihan safe-haven yang lebih baik setelah imbal hasil mencapai 4,50%. Amundi beralih ke obligasi AS, Eropa, dan Inggris karena imbal hasil menjadi lebih menarik. Dahan memperkirakan syok minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga yang agresif, dan penjualan obligasi dapat menguji level support dan resistance penting, berpotensi memicu pembalikan. Ia memperkirakan bank sentral utama akan mendekati perubahan kebijakan seiring tekanan ekonomi yang semakin meningkat.

Berita Mars Finance melaporkan bahwa pada 14 September, Amundi, perusahaan manajemen aset terbesar di Eropa, secara bertahap membeli obligasi pemerintah AS jangka 2 tahun dan mulai menutup posisi short sebelumnya terhadap suku bunga jangka pendek AS. Manajer portofolio institusi ini, Nicolas Dahan, percaya bahwa kenaikan harga minyak dan lonjakan biaya pembiayaan sedang meningkatkan risiko perlambatan ekonomi AS. Baru-baru ini, pasar obligasi global mengalami penjualan massal; imbal hasil obligasi AS jangka 2 tahun sempat melewati 4,50%, sementara imbal hasil jangka 10 tahun naik 19 basis poin minggu lalu dan tetap mendekati level 5% pada Senin ini. Sementara itu, minyak Brent menembus $100 per barel, dan kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa mendorong imbal hasil obligasi Jerman jangka 10 tahun ke level tertinggi sejak 2009. Dahan menyatakan bahwa setelah imbal hasil obligasi AS jangka 2 tahun naik di atas 4,50%, daya tariknya sebagai aset pelindung jelas meningkat. Dengan imbal hasil obligasi inti di ekonomi maju mencapai tingkat yang lebih menarik, Amundi secara bertahap merealokasi obligasi di pasar matang seperti AS, Eropa, dan Inggris, serta memperpanjang durasi portofolio. Dahan percaya bahwa guncangan pasokan minyak mentah, penetapan harga agresif terhadap jalur kebijakan ketat bank sentral, serta "penjualan pasrah" baru-baru ini di pasar obligasi, semuanya bisa menjadi katalis perubahan pasar. Ia menilai bahwa seiring tekanan ekonomi yang meningkat, bank sentral utama kemungkinan sudah dekat dengan titik balik kebijakan.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.