Pesan dari BlockBeats, pada 3 Juni, induk perusahaan Google, Alphabet, mengumumkan bahwa dana yang dikumpulkan melalui rencana emisi saham dinaikkan dari $80 miliar menjadi $84,75 miliar. Pembiayaan ini bertujuan untuk mengatasi pengeluaran kekuatan komputasi AI yang berkembang pesat. Keseluruhan rencana pembiayaan terdiri dari tiga komponen: rencana penjualan saham berbasis harga pasar (ATM) senilai $40 miliar yang akan dimulai pada kuartal ketiga, emisi saham biasa dan saham preferen wajib konversi senilai $30 miliar, serta penambahan modal privat sebesar $10 miliar kepada Berkshire Hathaway milik Buffett. Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley akan bertindak sebagai penjamin emisi bersama, menjadikan ini salah satu kasus pembiayaan ekuitas terbesar dalam sejarah global.
Di balik pendanaan besar-besaran ini terdapat pengeluaran yang terus meningkat untuk pengembangan chip dan infrastruktur sendiri. Chief Financial Officer Anat Ashkenazi mengungkapkan bahwa pengeluaran modal perusahaan pada 2027 akan jauh lebih tinggi daripada anggaran 190 miliar dolar AS pada 2026, sementara anggaran 2026 sendiri sudah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Analis dari Bloomberg Intelligence, Mandeep Singh, memperkirakan bahwa pengeluaran modal Alphabet tahun depan bisa mencapai 300 miliar dolar AS, bahkan melebihi arus kas operasional. Dana tersebut akan terutama digunakan untuk memperluas kapasitas produksi chip AI buatan sendiri TPU (Tensor Processing Unit) dan infrastruktur pendukungnya, guna menggantikan prosesor NVIDIA di pasar yang mengalami kekurangan daya komputasi.
