Alibaba baru saja meluncurkan model AI terbesar yang pernah keluar dari Tiongkok, dan pasar langsung memperhatikannya. Qwen3.8-Max-Preview baru dari perusahaan, yang dilengkapi dengan 2,4 triliun parameter, diluncurkan sebagai preview langsung akhir pekan ini, dengan Alibaba menyatakan bahwa kinerjanya hanya kalah dari Claude Fable 5 milik Anthropic.
Saham Alibaba naik hingga 5,4% di Hong Kong menyusul pengumuman tersebut.
Apa yang sebenarnya dibangun oleh Alibaba
Qwen3.8-Max-Preview mewakili perkembangan terbaru dari seri Qwen Alibaba, yang pertama kali diluncurkan perusahaan pada tahun 2023. Dengan 2,4 triliun parameter, model ini berada di antara model bahasa terbesar yang pernah dirilis.
Alibaba telah menyediakan model tersebut di platform pengkodeannya, termasuk Token Plan, dan berkomitmen untuk merilis bobot terbuka segera. Bobot terbuka berarti pengembang dan peneliti lain dapat membangun di atas model ini, yang merupakan cara menciptakan ekosistem, bukan hanya sebuah produk.
Perusahaan memposisikan Qwen3.8-Max-Preview sebagai yang kedua setelah Fable 5 milik Anthropic, yang saat ini berada di puncak sebagian besar papan peringkat benchmark AI.
Gambaran lebih besar mengenai ambisi AI Tiongkok
China telah menjadikan kemandirian AI sebagai prioritas nasional, dan rilis Alibaba cocok sempurna dengan strategi tersebut. Iterasi cepat dari model Qwen asli pada 2023 menjadi flagship dengan 2,4 triliun parameter pada 2026 menunjukkan kecepatan pengembangan yang sejajar dengan apa pun yang berasal dari Silicon Valley.
Kontrol ekspor AS terhadap semikonduktor canggih dirancang, sebagian, untuk memperlambat kemajuan AI Tiongkok. Pembangunan model sebesar ini oleh Alibaba menunjukkan bahwa kontrol tersebut kurang efektif dari yang diharapkan, atau bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok telah menemukan solusi kreatif dalam metode pelatihan dan pemanfaatan chip.
Mengapa investor kripto dan teknologi harus peduli
Token kripto yang berfokus pada AI, terutama yang terkait dengan jaringan GPU terdesentralisasi dan infrastruktur pembelajaran mesin, cenderung mendapat permintaan ketika berita mengingatkan pasar bahwa permintaan komputasi AI tak terbatas. Rilis Alibaba, meskipun tidak melibatkan integrasi token kripto langsung, memperkuat narasi luas bahwa beban kerja AI tumbuh lebih cepat daripada yang dapat dilayani oleh penyedia cloud terpusat.
Bagi investor yang mengamati pergerakan saham Alibaba, kenaikan 5,4% di Hong Kong mencerminkan lebih dari sekadar antusiasme terhadap satu model. Ini mewakili penilaian ulang terhadap kredibilitas AI Alibaba. Perusahaan telah menghabiskan bertahun-tahun berusaha meyakinkan pasar bahwa ia lebih dari sekadar platform e-commerce, dan sebuah model yang secara sah bersaing dengan karya terbaik Anthropic sangat membantu mencapai tujuan tersebut.
