Permintaan AI Memicu Kekurangan GPU, Render dan Bittensor Termasuk Penerima Manfaat Utama

iconKuCoinFlash
Bagikan
Share IconShare IconShare IconShare IconShare IconShare IconCopy
AI summary iconRingkasan

expand icon
Berita AI + kripto pada 30 Mei 2026 menunjukkan kekurangan GPU global akibat meningkatnya permintaan pelatihan model AI. Waktu pengiriman chip high-end NVIDIA kini memanjang hingga puluhan minggu. Proyek blockchain seperti Render (RENDER), Bittensor (TAO), dan lainnya semakin populer dengan menawarkan penyewaan GPU terdesentralisasi. Platform-platform ini memangkas biaya komputasi AI hingga 70% dan menyediakan alternatif 50% hingga 90% lebih murah daripada AWS dan Azure. Peningkatan jaringan pada beberapa proyek lebih meningkatkan efisiensi dan alokasi sumber daya.

Pesan BlockBeats, 30 Mei, seiring meningkatnya permintaan untuk pelatihan dan inferensi model AI, pasokan GPU berkinerja tinggi global terus mengalami kekurangan, dan siklus pengiriman chip high-end NVIDIA telah diperpanjang hingga puluhan minggu. Analisis pasar memperkirakan bahwa proyek kripto yang mampu mengintegrasikan daya komputasi yang menganggur dan menyediakan layanan GPU terdesentralisasi berpotensi menjadi penerima manfaat utama dalam siklus perluasan daya komputasi AI. Proyek kripto yang saat ini paling diperhatikan meliputi:


· Render (RENDER): Awalnya berfokus pada komputasi rendering, kini telah diperluas ke bidang inferensi AI, menghubungkan permintaan daya komputasi dengan nilai token melalui mekanisme Burn-and-Mint.

· Akash Network (AKT): Platform komputasi awan terdesentralisasi, pengeluaran daya komputasi pada kuartal pertama 2026 mencapai rekor baru sebesar $5 juta, menyediakan layanan penyewaan GPU berbiaya rendah untuk perusahaan AI.

· io.net (IO): Mengagregasi puluhan ribu GPU global, diklaim dapat mengurangi biaya daya komputasi AI hingga 70%, menjadi proyek infrastruktur penting di lintasan DePIN AI.

· Bittensor (TAO): Mendorong kontributor model, data, dan daya komputasi melalui mekanisme "Proof of Intelligence" untuk membangun jaringan AI terdesentralisasi.


Analisis menyatakan bahwa seiring pertumbuhan pesat AI Agent, agen otonom, dan permintaan inferensi, jaringan komputasi terdesentralisasi berpotensi memenuhi sebagian permintaan yang sulit dipenuhi oleh penyedia cloud tradisional. Dibandingkan layanan terpusat seperti AWS dan Azure, platform semacam ini umumnya menawarkan keunggulan biaya sebesar 50% hingga 90%, serta menarik sumber daya GPU yang menganggur di seluruh dunia untuk bergabung ke jaringan melalui insentif token.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.