Indeks ketakutan dan keserakahan menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap daya komputasi karena pelatihan model AI membebani pasokan GPU global, dengan NVIDIA mengalami penundaan pengiriman beberapa minggu. Jaringan terdesentralisasi seperti Render (RENDER), Bittensor (TAO), dan lainnya semakin populer dengan menawarkan alternatif yang lebih murah daripada AWS dan Azure. Render kini mendukung AI inference, sementara Bittensor memberi imbalan kepada pengguna yang berkontribusi pada jaringan AI-nya. Dengan altcoin yang perlu diwaspadai menunjukkan pertumbuhan penggunaan nyata yang kuat, pasar beralih menuju solusi berbasis blockchain. Para analis mencatat proyek-proyek ini dapat memperoleh keunggulan biaya 50% hingga 90% dibandingkan penyedia tradisional.
ME AI Berita, seiring meningkatnya permintaan pelatihan dan inferensi model kecerdasan buatan, pasokan GPU berkinerja tinggi global terus mengalami kekurangan, dengan siklus pengiriman chip high-end NVIDIA telah diperpanjang hingga puluhan minggu. Analisis pasar memperkirakan bahwa proyek kripto yang mampu mengintegrasikan daya komputasi yang menganggur dan menyediakan layanan GPU terdesentralisasi berpotensi menjadi penerima manfaat utama dalam siklus ekspansi daya komputasi AI. Proyek kripto yang paling banyak diperhatikan saat ini meliputi:
· Render (RENDER): Awalnya berfokus pada komputasi rendering, kini telah berkembang ke bidang inferensi AI, dengan mekanisme Burn-and-Mint yang menghubungkan permintaan daya komputasi dengan nilai token.
· Akash Network (AKT): Platform komputasi awan terdesentralisasi, yang mencatat pengeluaran daya komputasi tertinggi sepanjang masa sebesar 5 juta dolar AS pada kuartal pertama 2026, menyediakan layanan penyewaan GPU berbiaya rendah bagi perusahaan AI.
· io.net (IO): Mengumpulkan puluhan ribu GPU global, diklaim dapat mengurangi biaya daya komputasi AI hingga 70%, menjadi proyek infrastruktur penting di jalur DePIN AI.
· Bittensor (TAO): Mendorong kontributor model, data, dan daya komputasi melalui mekanisme 'Proof of Intelligence' untuk membangun jaringan AI terdesentralisasi.
Analisis menyatakan bahwa seiring pesatnya pertumbuhan AI Agent, agen otonom, dan permintaan inferensi, jaringan daya komputasi terdesentralisasi berpotensi memenuhi sebagian permintaan yang tidak dapat dipenuhi oleh penyedia cloud tradisional. Dibandingkan layanan terpusat seperti AWS dan Azure, platform semacam ini umumnya menawarkan keunggulan biaya 50% hingga 90%, serta menarik sumber daya GPU yang menganggur secara global melalui insentif token. (Sumber: BlockBeats)
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.