Menurut Bloomberg, perusahaan komputasi awan AI, Lambda, telah memperoleh pembiayaan utang swasta jangka pendek senilai $1 miliar untuk membeli chip AI NVIDIA dan menyewakan kapasitas komputasi terkait ke Microsoft. Transaksi ini diatur oleh JPMorgan Chase, menunjukkan bahwa perusahaan sedang mempercepat perluasan infrastruktur AI-nya.
Dana digunakan untuk membeli chip NVIDIA
Model bisnis Lambda adalah membeli chip komputasi berperforma tinggi, lalu menyewakan daya komputasi kepada klien perusahaan. Pendanaan tambahan ini akan terutama digunakan untuk terus membeli chip NVIDIA, guna memenuhi permintaan klien besar akan sumber daya pelatihan dan inferensi AI.
Laporan menyebutkan bahwa chip-chip ini selanjutnya akan disewakan ke Microsoft. Jika progres penerapan berjalan lancar, Lambda dapat melunasi utang jangka pendek ini melalui pendapatan sewa yang terbentuk lebih cepat.
Uji kecepatan penerapan utang jangka pendek
Pembiayaan ini merupakan utang pribadi dengan jangka waktu pendek. Dibandingkan pembiayaan jangka panjang, struktur semacam ini lebih bergantung pada penggunaan aset secepatnya untuk menghasilkan arus kas, sehingga mencerminkan ekspektasi kuat perusahaan terhadap kecepatan pengiriman chip, pemasangan, dan penyewaan.
Dari struktur transaksi, Lambda menilai bahwa penambahan chip mampu diimplementasikan dengan cepat dan segera diubah menjadi pendapatan dalam waktu singkat. Ini juga menjadi latar penting mengapa mereka memilih utang daripada sepenuhnya mengandalkan pendanaan ekuitas.
Negosiasi pendanaan sebelum IPO masih berlangsung
Selain utang senilai 1 miliar dolar AS ini, Lambda dilaporkan sedang membahas putaran pendanaan sebelum IPO senilai 3 miliar dolar AS. Jika transaksi ini terealisasi, skala modal perusahaan akan semakin diperluas.
Menurut data PitchBook, Lambda baru saja menyelesaikan pendanaan modal ventura senilai $1,5 miliar pada November tahun lalu, dengan valuasi pasca-investasi sebesar $5,43 miliar. Upaya berkelanjutan untuk mempercepat pendanaan ekuitas dan utang dalam waktu singkat menunjukkan bahwa permintaan terhadap dana untuk ekspansi daya komputasi AI tetap tinggi.
Data yang dirangkum oleh Bloomberg menunjukkan bahwa sejak 2026, bank dan perusahaan teknologi global telah mengumpulkan lebih dari $400 miliar dana utang terkait AI. Dengan meningkatnya permintaan akan chip, pusat data, dan penyewaan kekuatan komputasi, pembiayaan utang menjadi alat penting dalam ekspansi infrastruktur AI.
