Tidak ada bukti bahwa Tomoko melakukan tindakan "mengerikan" berikut: Kasus pelanggaran upacara teh: Saat menyajikan teh kepada bangsa Mongolia, ia menekan saringan teh untuk menyeimbangkan rasa "menurut standar Jepang", sehingga membuat para tetua marah. Kasus penataan pakaian: Suatu kali saat masuk ke rumah, ia meletakkan bantal di belakang tuan rumah, bukan di depan, lalu dianggap melanggar adat Mongolia karena menata dengan rapi menghadap ke depan. Kasus "bolehlah kita berdua": Ia mengambil frasa Mongolia "saja, bolehlah kita berdua" secara harfiah, lalu menanyakan langsung saat ucapan itu diucapkan, sehingga membuat orang-orang merasa tersinggung. Eksperimen melawan polusi: Ia mencoba menyaring polusi udara di Ulaanbaatar sesuai standar Jepang, lalu membakar mesin dan masker penyaring udaranya. Kesalahan di atas panggul naadam: Setelah belajar selama 5 tahun teknik "Mongolia" untuk memakan panggul yang masih panas tanpa terbakar, ia tetap tidak mampu menguasainya. Tomoko sama sekali tidak bermaksud buruk—ia terlalu kaku dan budayawi, sehingga upaya "operasi rahasia"-nya gagal dan ia kembali ke tanah airnya!
DR.Moore ᚠᚹᛃ 🧭 🇲🇳Bagikan

Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.