Fokus Pasar XRP Berpindah dari Sengketa Hukum ke Aplikasi On-Chain

icon币界网
Bagikan
AI summary iconRingkasan
CoinGape melaporkan:

Laporan media asing menyebutkan, baru-baru ini Ayo Akinyele, kepala teknis RippleX, menyatakan bahwa diskusi pasar seputar XRP sedang berpindah dari litigasi regulasi ke penerapan teknis. Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir, berita terkait SEC sempat mengaburkan permintaan institusional, namun kini permintaan tersebut mulai terwujud lebih jelas dalam aplikasi nyata.

Dalam wawancara podcast, ia menyatakan bahwa institusi tertarik pada XRP Ledger terutama karena biaya penyelesaian yang rendah, biaya transaksi yang murah, serta kecepatan dan stabilitas eksekusi yang lebih tinggi. Fitur-fitur ini membuatnya lebih cocok untuk digunakan dalam skenario keuangan seperti pembayaran lintas batas dan perpindahan aset di atas rantai.

Mengutip pilot tokenisasi obligasi AS

Akinyele juga membahas kolaborasi terbaru. Menurutnya, Ripple, JPMorgan Chase, Mastercard, dan Ondo Finance terlibat dalam sebuah pilot berbasis XRP Ledger untuk menggunakan aset berbasis token dari obligasi pemerintah AS dalam pembiayaan transaksi lintas batas.

Ia percaya bahwa fokus kerja sama semacam ini tidak hanya pada memindahkan aset ke blockchain, tetapi juga pada apakah aset tersebut dapat beredar secara efisien setelah di-chain. Kecepatan penyelesaian di blockchain, kemampuan terhubung dengan sistem off-chain, serta manajemen likuiditas seputar aset merupakan bagian inti dari pilot semacam ini.

  • Pilot melibatkan tokenisasi obligasi pemerintah AS
  • Digunakan untuk pembiayaan transaksi lintas batas
  • Pihak-pihak yang terlibat meliputi Ripple, JPMorgan, Mastercard, dan Ondo Finance

XRPL diperluas ke lebih banyak skenario aset

Akinyele percaya bahwa peran XRP Ledger sedang berkembang dari jaringan pembayaran menjadi infrastruktur aset digital yang lebih luas. Selain aset sejenis obligasi pemerintah, skenario terkait juga mencakup pasar kredit dan stablecoin, termasuk RLUSD yang diluncurkan oleh Ripple.

Dia menggambarkan XRPL sebagai infrastruktur yang lebih dekat ke "platform manajemen aset digital", yang mampu menerima penerbitan aset sekaligus menghubungkan pasar on-chain dan off-chain. Menurutnya, dana obligasi OUSG dari Ondo Finance dan jaringan multi-token dari Mastercard sudah memiliki kehadiran di XRPL.

Fokusnya adalah menghubungkan sistem keuangan yang ada

Akinyele menyatakan bahwa tujuan XRPL bukanlah menggantikan infrastruktur keuangan yang ada, tetapi meningkatkan efisiensi lapisan bawah tanpa mengubah cara penggunaan permukaan, sehingga melepaskan lebih banyak kapasitas keuangan di rantai.

Wawancara ini lebih berfokus pada opini, tetapi sinyal yang dikeluarkan cukup jelas: seiring meredanya topik regulasi, Ripple berusaha mengalihkan perhatian pasar kembali ke aplikasi institusional XRPL, tokenisasi aset, dan skenario stablecoin.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.