Baru-baru ini, dua situs web Angkatan Darat AS mengalami perubahan halaman, yang terkait dengan Trump dan isu politik Timur Tengah. Cyberscoop, yang pertama kali melaporkan kejadian ini, menyatakan bahwa halaman yang diubah adalah halaman kesalahan, dan militer segera menonaktifkan halaman terkait setelah mendapat pertanyaan dari media.
Dua situs web militer terpengaruh
Situs-situs yang terdampak masing-masing milik Open Innovation Lab dan AI Integration Center. Kedua lembaga tersebut terkait dengan pengujian dan integrasi teknologi baru, termasuk proyek-proyek terkait kecerdasan buatan.
Peneliti keamanan Ronald Lovelace mengatakan kepada Cyberscoop bahwa halaman kesalahan kedua situs web tersebut diisi dengan teks bernuansa politis. Konten halaman tersebut menyerang Trump, menyebut Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, serta munculnya frasa seperti "Kurdistand Bebas".
Militer belum menjelaskan cara invasi.
Hingga Senin, konten yang dimanipulasi masih terlihat. Setelah Cyberscoop menghubungi Angkatan Darat AS, halaman terkait segera dihapus. Angkatan Darat AS tidak menjelaskan bagaimana halaman kesalahan tersebut dimodifikasi, maupun mengungkapkan apakah terjadi pelanggaran sistem yang lebih luas.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa situs-situs ini tampaknya berjalan di WordPress dan bergantung pada beberapa plugin. Komponen semacam ini, jika memiliki kerentanan, dapat menjadi titik masuk serangan. Namun, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa insiden ini melibatkan kebocoran data.
Angkatan Darat AS telah membuka penyelidikan
Cyberscoop melaporkan bahwa Angkatan Darat AS sedang menyelidiki insiden ini. Perwakilan Departemen Pertahanan AS tidak merespons permintaan komentar dari TechCrunch.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa aktivis peretas biasanya menyampaikan tuntutan politik dengan mengubah halaman situs web. Serangan semacam ini kadang hanya memengaruhi tampilan halaman, tetapi juga bisa disertai kerusakan yang lebih dalam. Pada awal tahun ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga menjadi sasaran kelompok serupa, dan sebagian catatan kontrak kemudian dipublikasikan.
Informasi tambahan: Pekan ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS juga mengonfirmasi insiden keamanan lainnya: peretas berhasil menyerang salah satu platform berbagi intelijen departemen tersebut, yang digunakan untuk mentransmisikan informasi antara lembaga negara bagian, lokal, dan federal.
