Tim Inggris Thomas Tuchel belum sempat menendang bola pun di Piala Dunia 2026, namun strategi bertahannya sudah menjadi sorotan. Tino Livramento, bek sayap Newcastle yang dipilih sebagai bagian dari lini belakang Tuchel, dinyatakan tidak bisa berpartisipasi dalam turnamen pada 16 Juni karena cedera betis.
Waktunya tidak bisa lebih buruk. Pertandingan pembuka Inggris melawan Kroasia segera dimulai, dan cedera ini memaksa tim untuk segera menyusun pertahanan yang memang sudah minim pilihan.
Masalah Livramento yang seharusnya bisa diprediksi Tuchel
Musim Livramento 2025/26 di Newcastle dipenuhi masalah kebugaran, termasuk cedera paha, hamstring, dan lutut yang membatasi ketersediaannya sepanjang kampanye.
Trevoh Chalobah dari Chelsea menerima panggilan terakhir sebagai pengganti Livramento. Chalobah kini menghadapi tantangan untuk berintegrasi ke dalam tim yang telah melalui proses bonding pra-tournament dan persiapan taktis.
Gajah di ruangan itu: Trent Alexander-Arnold
Trent Alexander-Arnold, yang secara luas dianggap sebagai salah satu full-back kanan serang terbaik di dunia, sekali lagi absen dari skuad. Filosofi pemilihan Tuchel tampaknya mengutamakan kohesi skuad dan keandalan defensif daripada kecemerlangan individu, dengan mengorbankan pemain serang bergengsi seperti Alexander-Arnold.
Tetapi jika Anda ingin memprioritaskan soliditas defensif, pilihan defensif Anda harus benar-benar solid. Kehilangan Livramento sebelum turnamen dimulai justru melemahkan seluruh premisnya. Anda mengorbankan kreativitas serang Alexander-Arnold demi stabilitas defensif, dan sekarang Anda bahkan tidak memiliki stabilitas defensif sama sekali.
Apa artinya ini bagi kampanye Piala Dunia Inggris
Pembuka Kroasia sekarang membawa bobot tambahan. Pendekatan Tuchel akan menghadapi ujian nyata pertamanya dengan Chalobah masuk secara mendadak dan lini belakang yang telah terganggu sebelum bola ditendang.
