PANews, 21 Juni, menurut laporan Bangkok Post, polisi Thailand dan lembaga terkait melakukan operasi gabungan di lima provinsi di timur laut, menggeledah 14 lokasi dan menyita 315 perangkat penambangan cryptocurrency. Mereka diduga terlibat dalam koneksi listrik ilegal dan manipulasi meteran listrik untuk menjalankan perangkat penambangan, menyebabkan kerugian listrik total sekitar 40,38 juta baht (sekitar 8,3 juta yuan), termasuk denda pelanggaran listrik sebesar 5,38 juta baht dan tagihan listrik yang belum dibayar sekitar 35 juta baht.
Thailand Menyita 315 Penambang Kripto dalam Operasi Pencurian Listrik
PANewsBagikan
Otoritas Thailand menyita 315 penambang kripto dalam operasi penindakan di lima provinsi di timur laut, yang menargetkan penggunaan listrik ilegal. Operasi tersebut memukul 14 lokasi, dengan perangkat yang terkait dengan meter yang dimanipulasi dan koneksi tidak sah. Kerugian listrik diperkirakan mencapai 40,38 juta baht (sekitar 8,3 juta USD), termasuk 35 juta dalam tagihan yang belum dibayar. Langkah ini mencerminkan meningkatnya pengawasan di pasar kripto, di mana volatilitas indeks fear and greed tetap tinggi.
Sumber:Tampilkan versi asli
Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini.
Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.