Shift4 Payments baru saja mempermudah ratusan ribu merchant AS untuk menerima stablecoin terbesar di dunia. Perusahaan tersebut mengumumkan kemitraan dengan Lydian untuk mengintegrasikan USDT dari Tether ke dalam solusi Pay with Crypto-nya, memungkinkan pelanggan membayar langsung dari dompet kripto utama sementara merchant menerima mata uang fiat biasa.
Integrasi ini berarti merchant tidak perlu perangkat keras baru, tidak perlu memahami mekanisme blockchain, dan tidak perlu memegang crypto apa pun di neraca mereka. Pembayaran secara otomatis dikonversi ke mata uang lokal pada saat transaksi.
Dari Bitcoin hingga stablecoin: evolusi Bayar dengan Crypto
Shift4, yang diperdagangkan di NYSE dengan ticker FOUR, pertama kali meluncurkan produk Pay with Crypto pada Oktober 2024. Versi awal tersebut mendukung bitcoin dan ethereum, di antara token lainnya.
Stablecoin menyelesaikan masalah volatilitas secara desain. USDT dipatok ke dolar AS, sehingga konversi dari dompet kripto ke rekening bank merchant jauh lebih sedikit fluktuatif dibandingkan dengan Bitcoin atau Ethereum.
Ini juga bukan pertama kalinya Shift4 menggelar stablecoin. Pada Desember 2025, perusahaan meluncurkan platform penyelesaian stablecoin global yang memungkinkan merchant menerima berbagai stablecoin, termasuk USDC, USDT, DAI, PYUSD, dan EURC. Kemitraan terbaru dengan Lydian secara khusus meningkatkan pengalaman Pay with Crypto yang berhadapan dengan konsumen, membawa penerimaan USDT ke tingkat titik penjualan di ribuan merchant AS.
Satu catatan penting: layanan ini tersedia di seluruh Amerika Serikat, kecuali New York, yang memiliki kerangka regulasi sendiri untuk layanan keuangan terkait kripto.
Apa artinya ini bagi investor dan pasar yang lebih luas
CEO Shift4, Taylor Lauber, menggambarkan penambahan USDT sebagai upaya memperkuat penawaran kripto perusahaan tanpa menambah kompleksitas atau risiko bagi merchant.
Industri pembayaran tradisional telah lama secara hati-hati mengitari crypto. Perusahaan seperti PayPal meluncurkan stablecoin mereka sendiri (PYUSD), sementara Visa dan Mastercard telah mengeksplorasi berbagai eksperimen penyelesaian berbasis blockchain. Pendekatan Shift4 secara langsung menargetkan sisi merchant, dengan memasukkan penerimaan crypto ke dalam alur pembayaran yang sudah ada, bukan menciptakan produk crypto terpisah.
Model konversi fiat otomatis memang menimbulkan pertanyaan menarik mengenai dinamika permintaan stablecoin. Jika merchant langsung mengonversi USDT menjadi dolar, stablecoin tersebut pada dasarnya hanya lewat tanpa disimpan. Namun, volume transaksi itu sendiri tetap membutuhkan likuiditas USDT, dan peningkatan kasus penggunaan pembayaran dapat mendorong sirkulasi yang lebih luas.
Ketidakpastian regulasi seputar stablecoin di AS belum sepenuhnya terselesaikan, dan eksklusi Shift4 terhadap merchant New York mengisyaratkan lanskap kepatuhan yang masih terfragmentasi. Undang-undang stablecoin federal apa pun dapat mempercepat atau memperumit jenis integrasi yang sedang dibangun Shift4, tergantung pada persyaratan apa yang muncul.



