Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) sedang merumuskan tiga usulan aturan terpisah mengenai aset kripto, perantara perdagangan kripto, serta struktur pasar kripto. Jika memasuki proses pembuatan resmi, rangkaian ini akan mencakup penerbitan, perdagangan, dan cara penanganan aset digital oleh lembaga keuangan yang diatur, mengisi celah regulasi jangka panjang di tingkat federal.
Tiga proposal mencakup penerbitan dan perdagangan
Menurut daftar aturan institusional SEC, salah satu usulan akan berfokus pada penerbitan dan penjualan aset digital, membahas apakah akan menetapkan pengecualian dan pengaturan "safe harbor". SEC menyatakan bahwa langkah-langkah semacam ini bertujuan untuk lebih memperjelas kerangka regulasi aset kripto dan meningkatkan prediktabilitas bagi peserta pasar.
Tindakan ini juga selaras dengan gagasan "pengecualian inovatif" yang baru saja diajukan oleh SEC. Menurut rencana sebelumnya, lembaga yang memenuhi syarat dapat menerbitkan dan memperdagangkan token saham Amerika Serikat dalam kondisi tertentu, dengan harapan regulator dapat memberikan jalur kepatuhan bagi sejumlah produk keuangan baru.
Broker-dealers and DeFi are also within scope
Selain penerbitan aset, rencana peraturan SEC juga mencakup aktivitas perdagangan kripto dan regulasi broker-dealer. Lembaga ini telah menyatakan lebih awal tahun ini bahwa, dalam kondisi tertentu, sebagian platform keuangan terdesentralisasi dapat beroperasi tanpa mendaftar sebagai broker-dealer.
Sementara itu, SEC juga sedang meminta masukan publik mengenai beberapa skema ETF baru, termasuk ETF pasar prediksi. Ini menunjukkan bahwa diskusi regulasi tidak lagi hanya berfokus pada token itu sendiri, tetapi juga mulai meluas ke sarana perdagangan dan infrastruktur pasar.
Sebelumnya, Ketua SEC Paul Atkins membahas arahan regulasi dengan menyatakan bahwa komite berusaha untuk menjaga lebih banyak produk keuangan di pasar domestik AS, sekaligus menyediakan aturan yang lebih jelas untuk pendanaan perusahaan kripto dan sekuritas tertokenisasi. Atkins juga menghubungkan arahan ini dengan tujuan Trump untuk "menjadikan Amerika sebagai pusat kripto global".
Congress masih mendorong CLARITY Act
Sambil SEC melanjutkan penyusunan peraturan, Kongres Amerika Serikat masih membahas Undang-Undang CLARITY. Ini adalah salah satu undang-undang struktur pasar kripto yang paling diperhatikan dalam pembahasan saat ini di Kongres.
Undang-undang tersebut gagal diselesaikan sebelum tenggat waktu 4 Juli yang sebelumnya dibahas. Pasar kini beralih fokus ke 7 Agustus, yang merupakan hari terakhir yang dijadwalkan untuk sidang Senat sebelum memasuki masa libur musim panas.
Saat ini, staf Senat masih mengoordinasikan versi yang dibentuk oleh Komite Pertanian dan Komite Perbankan, karena masing-masing bertanggung jawab atas bagian berbeda dari kebijakan aset digital. Sebelumnya dilaporkan bahwa RUU tersebut telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan telah mendapat persetujuan dari Komite Perbankan Senat, dan kini masih menunggu jadwal pemungutan suara oleh seluruh anggota Senat.
Bloomberg Intelligence memperkirakan peluang undang-undang ini disetujui bulan ini sekitar 60%. Namun, untuk melanjutkan prosesnya, undang-undang tersebut kemungkinan besar memerlukan dukungan 60 suara di Senat, yang berarti partai Republik masih perlu memperoleh dukungan dari sebagian anggota partai Demokrat.



