Kemitraan SBI dengan Solana Dianggap Positif untuk XRP, Kata Pengacara Bill Morgan

icon36Crypto
Bagikan
AI summary iconRingkasan
SBI Holdings mengumumkan kemitraan dengan Solana Foundation untuk meluncurkan usaha blockchain baru yang berfokus pada stablecoin, aset yang ditokenisasi, dan pembayaran lintas batas. Inisiatif ini, bernama SBI Solana Global, mencakup Solana Foundation sebagai pemegang saham bersama SBI dan Sumitomo Mitsui Financial Group. Pengacara kripto Bill Morgan mengatakan langkah ini mendukung adopsi blockchain dan tidak merugikan Ripple atau XRP, menunjukkan bahwa kemitraan jangka panjang SBI dengan Ripple tetap aktif.
  • SBI Holdings bermitra dengan Solana Foundation, sementara Bill Morgan mengatakan kesepakatan tersebut tidak melemahkan posisi Ripple atau XRP.
  • Usaha baru ini menargetkan stablecoin, aset yang ditokenisasi, keuangan institusional, pembayaran lintas batas, dan infrastruktur berbasis AI di berbagai jaringan blockchain sekaligus.
  • SBI mempertahankan kemitraan panjangnya dengan Ripple, memperkuat bahwa lembaga-lembaga besar semakin mendukung beberapa ekosistem blockchain alih-alih memilih satu secara eksklusif.


Pengacara kripto Bill Morgan menolak klaim bahwa kemitraan SBI Holdings dengan Solana Foundation menandakan pengurangan komitmen terhadap Ripple atau XRP. Ia berargumen bahwa kesepakatan tersebut mencerminkan adopsi blockchain yang lebih luas dan seharusnya tidak dilihat sebagai perkembangan negatif untuk XRP.


Morgan membagikan komentarnya di X setelah pengumuman SBI Holdings tentang kemitraan blockchain baru dengan Solana Foundation. Meskipun berita ini memicu perdebatan di kalangan pendukung XRP, ia tetap menegaskan bahwa kemitraan tersebut tidak melemahkan posisi Ripple.


SBI Holdings mengatakan akan berkolaborasi dengan Solana Foundation untuk mengembangkan pasar keuangan berbasis rantai yang berasal dari Jepang. Sebagai bagian dari inisiatif ini, SBI R3 Japan akan berganti nama menjadi SBI Solana Global. Solana Foundation akan bergabung dengan SBI Holdings dan Sumitomo Mitsui Financial Group sebagai pemegang saham di entitas baru tersebut.


Proyek ini berencana untuk mendukung stablecoin, aset dunia nyata yang ditokenisasi, keuangan on-chain institusional, pembayaran lintas batas, dan infrastruktur pembayaran berbasis AI. Akibatnya, beberapa investor XRP mempertanyakan apakah SBI sedang menggeser prioritas blockchain-nya.


Juga Baca: Ripple Memperluas Peran RLUSD Dengan Program Hibah $250.000 untuk Usaha Milik Veteran


Bill Morgan Mendes Para Investor untuk Menjaga Perspektif Terhadap Berita

Menurut Morgan, reaksi dari sebagian XRP community telah melebih-lebihkan signifikansi langkah terbaru SBI. Dalam postingannya di X, ia mengatakan bahwa pemegang XRP tidak perlu membenarkan atau menolak pengumuman tersebut karena hal itu menguntungkan industri aset digital secara lebih luas.


Morgan menambahkan bahwa kemitraan ini merupakan kabar baik untuk Solana dan XDC tanpa menciptakan kerugian bagi Ripple atau XRP. Selain itu, ia mendorong investor untuk menyadari bahwa perusahaan institusional semakin mendukung berbagai ekosistem blockchain.


Komentarnya beresonansi dengan beberapa anggota komunitas yang mencatat bahwa adopsi blockchain telah menjadi semakin multi-chain. Akibatnya, kemitraan dengan satu jaringan tidak serta-merta menggantikan hubungan yang sudah ada dengan jaringan lain.


Hubungan SBI dengan Ripple Tetap Utuh

Kemitraan SBI dengan Ripple berlangsung hampir satu dekade. Pada tahun 2016, kedua perusahaan mendirikan SBI Ripple Asia untuk memperluas teknologi pembayaran Ripple di pasar Asia. Selain itu, SBI telah berinvestasi langsung di Ripple sambil mendukung inisiatif pembayaran berbasis XRP di Jepang. CEO SBI Yoshitaka Kitao juga berulang kali menyatakan kepercayaannya terhadap teknologi Ripple dan utilitas jangka panjang XRP dalam pembayaran lintas batas.


Kemitraan Solana memperluas strategi blockchain SBI, bukan menggantikan inisiatif Ripple yang sudah ada. Lembaga keuangan besar semakin membangun layanan di beberapa jaringan blockchain untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis.


Usaha baru ini mencerminkan pendekatan tersebut dengan menargetkan stablecoin, aset tertokenisasi, keuangan institusional, infrastruktur pembayaran berbasis AI, dan penyelesaian lintas batas. Oleh karena itu, inisiatif ini memperluas jejak blockchain SBI sekaligus mempertahankan hubungan mapan dengan Ripple.


Kesimpulan

Bill Morgan percaya bahwa kemitraan SBI dengan Solana Foundation sebaiknya dilihat sebagai perkembangan industri yang lebih luas, bukan sebagai tantangan terhadap XRP. Meskipun pengumuman tersebut memicu perdebatan di kalangan komunitas XRP, hubungan jangka panjang SBI dengan Ripple tetap berlangsung, menunjukkan bahwa perusahaan ini memperluas strategi blockchain-nya di berbagai jaringan, bukan mengganti satu ekosistem dengan yang lain.


Juga Dibaca: Bitmine, SharpLink Kembalikan EthSystems untuk Meningkatkan Privasi Ethereum Institusional


Pos SBI’s Solana Expansion Is Not Bad for XRP, Lawyer Bill Morgan Says pertama kali muncul di 36Crypto.

Penafian: Informasi pada halaman ini mungkin telah diperoleh dari pihak ketiga dan tidak mencerminkan pandangan atau opini KuCoin. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum, tanpa representasi atau jaminan apa pun, dan tidak dapat ditafsirkan sebagai saran keuangan atau investasi. KuCoin tidak bertanggung jawab terhadap segala kesalahan atau kelalaian, atau hasil apa pun yang keluar dari penggunaan informasi ini. Berinvestasi di aset digital dapat berisiko. Harap mengevaluasi risiko produk dan toleransi risiko Anda secara cermat berdasarkan situasi keuangan Anda sendiri. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat Ketentuan Penggunaan dan Pengungkapan Risiko.