Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, tidak mundur. Berbicara di konferensi perbankan pada 14 Mei, bank sentral ini mengidentifikasi inflasi yang berkelanjutan sebagai risiko paling mendesak yang dihadapi ekonomi AS, memperkuat posisinya sebagai salah satu suara paling vokal hawk di Federal Reserve.
Dengan inflasi yang berada di sekitar 3%, jauh di atas target 2% Fed, pesan Schmid jelas: kebijakan moneter restruktif perlu tetap diberlakukan.
Rekam jejak perbedaan pendapat
Ia menyatakan pendapat berbeda terhadap pemotongan suku bunga 0,25 poin persentase Fed pada Desember 2025, berargumen bahwa inflasi belum cukup mereda untuk membenarkan pelonggaran. Ia juga memilih menolak pemotongan suku bunga pada Oktober 2025, memperingatkan bahwa pelonggaran kebijakan terlalu dini berisiko menetapkan harga yang lebih tinggi sebagai dasar ekonomi.
Argumennya pada dasarnya sederhana: ekonomi masih memiliki momentum, pasar tenaga kerja tetap seimbang, dan pertumbuhan permintaan cukup kuat sehingga pemotongan suku bunga akan secara efektif menuangkan bensin ke dalam api inflasi yang belum sepenuhnya padam.
Harga layanan, khususnya, terbukti sulit menurun. Inflasi barang dapat turun ketika rantai pasokan normal kembali, tetapi inflasi sektor jasa cenderung didorong oleh upah dan biaya struktural yang tidak mudah berbalik.
Apa arti sikap Schmid terhadap kebijakan moneter
Pernyataan publiknya menekankan perlunya mempertahankan kondisi moneter yang ketat daripada beralih ke pemangkasan lebih lanjut. Hal ini membuatnya berseberangan dengan para peserta pasar yang telah memperkirakan pemangkasan suku bunga sepanjang tahun 2026.
Kesenjangan antara tingkat inflasi saat ini, sekitar 3%, dan target Fed, yaitu 2%, mungkin terdengar tidak besar. Namun, satu persen terakhir secara historis merupakan yang paling sulit untuk ditutup. Schmid tampaknya bertekad untuk tidak mengulangi pelajaran berat yang dipelajari Fed pada tahun 1970-an, ketika pelonggaran prematur memungkinkan inflasi menjadi tertanam dalam ekspektasi.
Apa artinya ini bagi para investor
Untuk pasar kripto, sikap hawkish Schmid merupakan hambatan. Biaya pinjaman yang lebih tinggi mengurangi jumlah modal yang mengalir ke investasi spekulatif, dan membuat alternatif berbayar seperti obligasi pemerintah menjadi relatif lebih menarik.
Sektor-sektor yang sensitif terhadap fluktuasi suku bunga, termasuk strategi DeFi berisiko tinggi dan altcoin spekulatif, menghadapi tekanan paling besar dalam lingkungan ini.
Konsistensi Schmid penting. Ia menyampaikan sebuah kerangka: inflasi terlalu tinggi, perekonomian cukup kuat untuk menangani kondisi ketat, dan pelonggaran yang terlalu dini akan menjadi kesalahan kebijakan.


