Odaily Planet Daily melaporkan bahwa platform prediksi Amerika Serikat, Kalshi, mengalami pertumbuhan pesat selama Piala Dunia 2026, dengan volume perdagangan platform melonjak dari $6,67 miliar pada 22 Juni menjadi $24,2 miliar pada 14 Juli, di mana pasar prediksi tunggal "Juara Piala Dunia" mencapai lebih dari $1,2 miliar.
Kalshi menyatakan bahwa pertumbuhannya mencerminkan tren baru di era AI: seiring dengan meningkatnya konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, skenario interaksi manusia yang otentik, instan, dan tidak dapat disalin menjadi semakin langka, sehingga pasar prediksi kini menjadi alat baru untuk mengamati emosi publik dan penilaian kelompok.
Data menunjukkan bahwa saat ini sekitar 75% pengunjung Kalshi tidak secara langsung berpartisipasi dalam perdagangan, melainkan menggunakan platform ini sebagai sumber informasi untuk memahami ekspektasi kolektif publik terhadap peristiwa olahraga, politik, ekonomi, dan lainnya melalui prediksi harga pasar. Terminal Bloomberg sebelumnya telah mulai mengintegrasikan data Kalshi untuk menangkap sebagian perubahan sentimen pasar.
Chief Marketing Officer Kalshi, Allan Maman, mengatakan bahwa AI mungkin sedang mendorong terbentuknya "monokultur baru," di mana acara besar secara real-time kembali menjadi fokus bersama masyarakat. Data perusahaan menunjukkan bahwa acara besar seperti Piala Dunia, pemilu AS, acara olahraga, dan upacara penghargaan selalu menyebabkan lonjakan volume perdagangan.
Sambil itu, Kalshi sedang berupaya bertransformasi dari platform prediksi olahraga menjadi infrastruktur perdagangan finansial generasi berikutnya. Perusahaan saat ini memiliki kualifikasi Pasar Kontrak yang Ditunjuk (Designated Contract Market) yang diakui oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS, dan berencana untuk mencakup lebih banyak bidang prediksi, seperti olahraga, geopolitik, budaya, dan ekonomi.
Namun, Kalshi masih menghadapi tantangan regulasi. Pemerintah sebagian negara bagian AS mempertanyakan kontrak terkait olahraga, dan CFTC juga sedang membatasi kontrak prediksi yang melibatkan "kejadian diskret" seperti cedera atlet dan keputusan wasit.
Dari sisi pasar, valuasi Kalshi dilaporkan meningkat dari $11 miliar pada Desember 2025 menjadi sekitar $40 miliar pada akhir Juni 2026, dan kini memasuki tahap persiapan IPO. Pendapatan tahunan perusahaan telah melebihi $2 miliar. Kalshi percaya bahwa pasar prediksi di masa depan akan menjadi infrastruktur penting yang menghubungkan pasar keuangan, media berita, dan emosi sosial, dengan mencerminkan penilauan publik terhadap peristiwa masa depan melalui harga real-time. (Fortune)
