Industri peralatan semikonduktor Jepang sedang mempelajari apa yang terjadi ketika pelanggan terbesar Anda diputus. Pembatasan ekspor yang menargetkan akses Tiongkok terhadap teknologi pembuatan chip canggih telah mendorong penurunan 10% dalam penjualan di Tiongkok di sektor peralatan chip Jepang, memaksa produsen untuk memikirkan ulang rencana pendapatan mereka secara real time.
Angka-angkanya sangat mencolok. Tokyo Electron, pembuat peralatan semikonduktor terbesar di Jepang, melihat penjualan di China anjlok dari 279,4 miliar yen menjadi 175,5 miliar yen pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026.
Tekanan kontrol ekspor
Jepang memberlakukan pembatasan terhadap 23 kategori peralatan manufaktur semikonduktor pada Juli 2023, selaras dengan upaya paralel oleh AS dan Belanda untuk membatasi akses Tiongkok terhadap alat-alat produksi chip canggih.
Saham Tiongkok terhadap total penjualan Tokyo Electron turun menjadi 31,8%, penurunan 8,5 poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya. TEL sebelumnya memperkirakan Tiongkok akan menyumbang 41-42% dari penjualannya. Perusahaan sekarang memproyeksikan angka tersebut akan stabil sekitar 30% pada semester kedua FY2026.
TEL bukan satu-satunya perusahaan yang merasakan tekanan. SCREEN Holdings, Advantest, dan Nikon semuanya terdampak oleh pembatasan yang sama. Secara historis, Tiongkok menyumbang sekitar 24-30% pendapatan TEL dan SCREEN pada tahun-tahun sebelumnya.
Hedge AI
Tokyo Electron memperkirakan bahwa permintaan yang didorong oleh AI dapat mewakili hingga 40% dari total pendapatannya pada FY2026. Perusahaan tersebut telah merevisi proyeksi penjualannya ke atas berdasarkan kekuatan permintaan AI dan kategori lainnya.
Apa artinya ini bagi para investor
Di sisi Tiongkok, investor sebaiknya memperkirakan Tiongkok menyumbang sekitar 30% dari penjualan TEL ke depan. Angka ini turun dari puncak 41-42%. Tiongkok masih membeli jumlah besar peralatan chip lama yang berada di luar batas kendali ekspor.
Kebijakan domestik Tiongkok telah mendorong produsen chipnya menuju alternatif peralatan lokal. Kelebihan kapasitas pada chip lama dapat menekan pesanan peralatan secara global.
Revisi naik TEL terhadap perkiraan penjualannya, meskipun pendapatan di China menurun, menunjukkan manajemen percaya bahwa dorongan AI dapat lebih dari mengkompensasi. Investor yang memantau ruang ini harus memantau dua metrik dengan cermat: persentase pendapatan kuartalan dari China, dan backlog pesanan terkait AI.
