Media luar negeri melaporkan bahwa Bernstein menaikkan harga target Robinhood dari $130 menjadi $160 dan mempertahankan peringkat "Outperform". Fokus penilaian mereka kini tidak lagi hanya pada bisnis broker tradisional, tetapi juga memprediksi pendapatan tambahan dari pasar prediksi, kontrak berjangka permanen, saham ter-tokenisasi, dan produk on-chain.
Target price upgrade points to new business
Bernstein percaya bahwa Robinhood telah memiliki kemampuan distribusi pengguna yang kuat. Artikel tersebut menyebutkan bahwa platform memiliki sekitar 27 juta akun yang telah diisi dana dan 14 juta pengguna aktif bulanan, sehingga produk baru dapat lebih cepat menjangkau pelanggan yang sudah ada dengan biaya akuisisi yang relatif lebih rendah.
Menurut perkiraannya, kontribusi pasar prediksi, kontrak berkelanjutan, saham tertokenisasi, dan produk blockchain terhadap total pendapatan Robinhood kemungkinan akan meningkat dari 3% pada tahun 2025 menjadi 18% pada tahun 2027, dan selanjutnya mencapai 23% pada tahun 2028.
Pasar prediksi memiliki pertumbuhan pendapatan yang lebih cepat
Dari beberapa bisnis baru tersebut, Bernstein paling optimis terhadap pasar prediksi. Lembaga ini memperkirakan pertumbuhan tahunan pendapatan dari segmen ini dapat mencapai 64% antara tahun 2026 hingga 2028, mendekati $1,7 miliar pada akhir periode.
Artikel tersebut menyatakan bahwa pada kuartal kedua 2026, pendapatan pasar prediksi kemungkinan akan melebihi pendapatan bisnis kripto Robinhood. Pendapatan pasar prediksi pada kuartal tersebut diperkirakan sekitar $150 juta, sementara pendapatan bisnis kripto kemungkinan akan mengalami tekanan akibat perlambatan aktivitas perdagangan.
Robinhood yang meluncurkan pertukaran Rothera pada Mei juga dianggap sebagai bukti penting dari penilaian ini. Bernstein menyatakan bahwa sejak peluncurannya, platform ini telah menangani lebih dari 3,5 miliar kontrak prediksi, dengan sekitar 93% aktivitas perdagangan berasal dari pasar terkait Piala Dunia FIFA.
Aktivitas on-chain masih tetap dipandang positif
Berbeda dengan pasar prediksi, Bernstein menurunkan perkiraan pendapatan bisnis kripto Robinhood untuk tahun 2026 sebesar 49%, karena aktivitas perdagangan kripto melambat sepanjang tahun ini, yang memengaruhi penilaian pendapatan jangka pendek.
Namun, artikel tersebut menyebutkan bahwa total nilai yang terkunci di Robinhood Chain yang dibangun di atas Arbitrum telah melebihi 400 juta dolar AS. Bernstein memperkirakan volume perdagangan pertukaran terdesentralisasi tahunan di jaringan ini mendekati 200 miliar dolar AS, dengan pendapatan biaya rantai tahunan sekitar 50 juta dolar AS.
Dalam hal proyeksi laba, Bernstein saat ini memperkirakan laba per saham Robinhood pada tahun 2028 akan mencapai $4,56, meningkat sekitar 39% dibandingkan perkiraan konsensus Wall Street. Ini juga menjadi salah satu dasar utama peningkatan harga target menjadi $160.
