Sebuah survei akademis yang melibatkan peneliti dari berbagai universitas dan lembaga industri menyatakan bahwa meskipun "token konsep AI" dan proyek AI terdesentralisasi telah mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir, integrasi nyata antara kripto dan AI masih berada pada tahap awal. Makalah tersebut menyatakan bahwa banyak proyek saat ini masih berfokus pada narasi, sementara keunggulan ekonomi yang nyata dan adopsi massal belum sepenuhnya terbukti.
Penelitian membagi lintasan menjadi dua kategori
Para peneliti menunjukkan bahwa pasar sering mengelompokkan semua proyek "kripto + AI" dalam satu kategori yang sama, tetapi jalur teknis dan asumsi bisnis kedua jenis proyek tersebut berbeda. Makalah ini membagi bidang persilangan ini menjadi dua bagian: "Crypto x AI" dan "AI x Crypto".
Yang pertama menggunakan AI untuk meningkatkan sistem kripto, termasuk pengenalan penipuan, analisis kontrak cerdas, analisis data on-chain, serta pengembangan protokol yang dibantu AI. Yang kedua menggunakan infrastruktur blockchain untuk mendukung sistem AI, mencakup infrastruktur AI terdesentralisasi, AI yang dapat diverifikasi, komputasi privasi, dan pembayaran agen AI.
Decentralized AI faces a cost test
Keraguan yang paling terfokus dalam makalah ini terletak pada ekonomi infrastruktur AI terdesentralisasi. Penulis berpendapat bahwa banyak proyek saat ini lebih banyak membuktikan bahwa teknologi tersebut dapat diwujudkan, tetapi belum secara memadai membuktikan bahwa mereka lebih unggul daripada penyedia terpusat dalam hal biaya, efisiensi, dan kelayakan bisnis.
Ini berarti bahwa proyek-proyek yang berfokus pada pasar GPU terdesentralisasi, jaringan komputasi terdistribusi, dan DePIN berbasis AI kemungkinan akan menghadapi ujian realitas yang lebih ketat. Penelitian menyatakan bahwa keterbukaan dan ketahanan terhadap sensor adalah keunggulan sistem terdesentralisasi, tetapi fitur-fitur ini sendiri tidak secara otomatis berubah menjadi produk bisnis yang kompetitif.
AI agent pembayaran mendapat perhatian positif
Meskipun nada keseluruhan cenderung hati-hati, makalah ini tidak menyangkal seluruh prospek penggabungan kripto dan AI. Para peneliti berpendapat bahwa jaringan pembayaran blockchain dan stablecoin dapat memberikan kegunaan praktis yang lebih jelas bagi sistem AI.
Salah satu arah yang disoroti adalah perdagangan otonom antara agen AI. Ketika agen AI perlu memanggil layanan, membeli data, atau membayar daya komputasi tanpa intervensi manusia, alat pembayaran on-chain kemungkinan besar akan lebih efektif.
Risiko baru muncul secara bersamaan
Penelitian juga mengingatkan bahwa integrasi AI dengan infrastruktur kripto akan menciptakan permukaan serangan dan masalah tata kelola baru. Risiko yang disebutkan dalam makalah meliputi agen otonom yang kehilangan kendali, kontrak pintar jahat yang dikendalikan oleh AI, serta konflik privasi dalam sistem AI terdesentralisasi.
Secara keseluruhan, penelitian ini tidak menyangkal potensi jangka panjang integrasi kripto dan AI, tetapi menilai bahwa antusiasme pasar saat ini telah melampaui aplikasi nyata. Bagi proyek-proyek terkait, tahap berikutnya yang lebih penting adalah membuktikan keunggulan biaya, permintaan pengguna, dan skenario penggunaan nyata.

