Proyek otentikasi terdesentralisasi Humanity Protocol menghadapi krisis serius setelah terjadinya pelanggaran keamanan skala besar. Token asli proyek, H, kehilangan lebih dari 80% nilainya dalam satu hari setelah penyerang memperoleh kunci pribadi yang terkait dengan proyek tersebut.
Menurut data on-chain, para penyerang mengosongkan sekitar 17 dompet berbeda yang terkait dengan proyek tersebut, mencuri aset digital senilai lebih dari $32 juta. Kerugian dilaporkan terus meningkat, dengan penyerang secara rutin mengonversi token H yang dicuri menjadi Ether, sehingga meningkatkan tekanan penjualan.
Data blockchain juga menunjukkan bahwa penyerang mencetak 100 juta token H tambahan di BNB Chain. Pelepasan token baru senilai sekitar $11 juta ini menimbulkan kekhawatiran bahwa tekanan penjualan mungkin berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Token H, yang sebelum serangan diperdagangkan sekitar $0,67, dengan cepat turun menjadi $0,13. Selama hari itu, harganya turun hingga sekitar $0,05, mengalami penurunan nilai hampir 90% dalam beberapa jam.
Pendiri proyek Terence Kwok mengonfirmasi pelanggaran keamanan, menjelaskan bahwa penyerang telah memperoleh kunci pribadi milik anggota Humanity Foundation. Dalam ekosistem mata uang kripto, kunci pribadi dianggap sebagai salah satu elemen keamanan paling kritis, yang memberikan kendali atas dompet digital.
Tim Humanity Protocol memperingatkan pengguna untuk sementara waktu menghindari penggunaan layanan jembatan dan kolam likuiditas. Perusahaan juga mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan perusahaan keamanan dan bursa mata uang kripto untuk membatasi dampak serangan tersebut.
Humanity Protocol dikenal sebagai proyek yang bertujuan memungkinkan pengguna untuk mengautentikasi diri tanpa berbagi data pribadi, menggunakan teknologi pemindaian biometrik telapak tangan dan zero-knowledge proof. Dalam hal ini, proyek ini dianggap sebagai salah satu pesaing utama Worldcoin.
Para ahli menunjukkan bahwa sebagian besar serangan terhadap mata uang kripto utama pada 2026 akan berasal bukan dari kesalahan kontrak pintar, tetapi dari kunci pribadi yang dikompromikan. Kasus Humanity Protocol menonjol sebagai salah satu contoh terbaru dari tren ini, dan para investor secara dekat memantau berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjual aset yang dicuri dari pasar.
Ini bukan saran investasi.
Lanjutkan Membaca: Peretas Menargetkan Proyek Otentikasi Terdesentralisasi! Harga Altcoin Anjlok! Ini Detailnya


