Odaily Planet Daily melaporkan bahwa penelitian terbaru dari Project Agorá yang dipimpin oleh Bank for International Settlements (BIS) menunjukkan bahwa teknologi tokenisasi berpotensi secara signifikan meningkatkan kecepatan penyelesaian dan efisiensi rekonsiliasi dalam pembayaran lintas batas, serta mengurangi kegagalan transaksi dan risiko operasional.
Proyek ini melibatkan BIS bersama 7 bank sentral dan lebih dari 40 lembaga keuangan, termasuk Federal Reserve Bank of New York, Bank of England, Bank of Japan, dan Swiss National Bank.
Penelitian menyatakan bahwa tokenisasi cadangan bank sentral dan simpanan bank komersial dapat mendukung "atom settlement" lintas mata uang dan yurisdiksi, memungkinkan transaksi untuk "selesai secara bersamaan atau gagal secara bersamaan", sehingga mengurangi risiko kredit dan eksekusi yang umum terjadi dalam pembayaran lintas batas.
Saat ini, Project Agorá telah menyelesaikan tahap pengujian simulasi dan berencana memasuki tahap pengujian "perdagangan nilai nyata (real-value)" untuk mengeksplorasi penerapan penyelesaian on-chain dari sejumlah mata uang dan institusi dalam lingkungan dana nyata. (CoinDesk)
