Bank of America Securities menyatakan bahwa setelah reli yang didorong oleh sektor teknologi, kecerdasan buatan, dan layanan komunikasi, beberapa sektor pasar saham AS telah mengalami valuasi terlalu tinggi, perdagangan yang terlalu padat, dan konsentrasi kenaikan yang berlebihan. Oleh karena itu, bank tersebut menyarankan investor untuk terlebih dahulu mengamankan keuntungan dari sebagian posisi, tetapi tetap mempertahankan target 7.100 poin untuk indeks S&P 500 pada akhir tahun.
Valuasi dan konsentrasi pemimpin pasar meningkat
Bank of America menunjukkan bahwa tekanan pasar saat ini berasal dari valuasi tinggi, meningkatnya perdagangan spekulatif, serta pengembalian yang semakin terkonsentrasi pada sejumlah saham besar. Dilihat dari valuasi, saham dengan P/E tinggi terus secara signifikan mengungguli saham dengan valuasi rendah, dengan AI, saham teknologi super besar, dan perdagangan momentum menjadi pendorong utama fenomena ini.
Baris tersebut juga menyebutkan bahwa cakupan kenaikan indeks semakin menyempit, dengan kekuatan di tingkat indeks menyamarkan perbedaan yang lebih besar di antara saham-saham individu. Di dalam sektor teknologi, perbedaan kinerja antara sub-sektor terkuat dan terlemah telah mendekati tingkat yang terlihat pada gelembung teknologi tahun 2000.
Pengeluaran AI dan pendanaan membagi likuiditas
Bank of America menyatakan bahwa pasar sedang meninjau ulang skala pengeluaran modal terkait AI. Menurut perkiraannya, pada akhir tahun ini, proporsi pengeluaran modal penyedia cloud skala besar terhadap arus kas operasional mungkin mendekati 100%, dibandingkan sekitar 40% pada tahun 2023.
Peningkatan investasi dalam infrastruktur AI dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga berpotensi mempersempit margin keuntungan dan arus kas bebas. Sementara itu, IPO besar, penawaran saham tambahan, dan kegiatan pembiayaan lainnya juga dapat mengalihkan likuiditas pasar sekunder, terutama pada tahap di mana valuasi sudah tinggi.
Fluktuasi intraday jelas membesar
Saat peringatan ini diterbitkan, pasar saham AS sedang mengalami volatilitas tajam. Laporan menunjukkan bahwa pasar pernah kehilangan sekitar $430 miliar nilai pasar dalam waktu sekitar 90 menit, dan dalam empat jam sempat menghilangkan sekitar $1 triliun; kemudian terjadi reli signifikan di sesi perdagangan, menunjukkan perubahan cepat dalam sentimen modal.

Pergerakan pasar sebagian dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Trump mengenai gencatan senjata antara Israel dan Iran, serta kemungkinan negosiasi tetap berlangsung antara AS dan Iran. Di tingkat saham individu, saham Apple turun sekitar 5% dari titik tertinggi sesi setelah meluncurkan Siri AI versi baru, yang semakin memperdalam perhatian pasar terhadap kecepatan realisasi AI.
