Media luar negeri melaporkan bahwa pasar kripto telah menunjukkan tanda-tanda pendinginan likuiditas menjelang pertemuan Bank of Japan dan Federal Reserve pada bulan Juni. Artikel tersebut berpendapat bahwa jika Bank of Japan terus memperketat kebijakan, sementara Federal Reserve mengeluarkan sinyal yang lebih hati-hati, aset berisiko mungkin mengalami volatilitas yang lebih besar, dan tekanan terhadap pasar kripto perlu menjadi perhatian khusus.
Rapat Bank Sentral Jepang menjadi sorotan
Artikel tersebut menyebutkan bahwa dolar AS terhadap yen Jepang baru-baru ini memperkuat diri selama empat minggu berturut-turut, mendekati level 160 sekali lagi. Ini berarti dolar AS terus menguat terhadap yen Jepang, sehingga kembali menarik perhatian pasar terhadap tekanan yang dihadapi sistem keuangan Jepang serta perubahan likuiditas global yang diakibatkannya.
Sementara itu, data inflasi Jepang masih bergerak naik. Data dari TradingEconomics menunjukkan bahwa indeks CPI Jepang pada April naik menjadi 113, lebih tinggi dari 112 pada Maret. Artikel ini menyimpulkan bahwa hal ini akan mempersempit ruang bagi Bank of Japan untuk mempertahankan suku bunga tetap, dan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lagi sedang meningkat.

Menurut artikel tersebut, Bank of Japan akan mengadakan pertemuan pada 15 hingga 16 Juni, dan pasar saat ini telah memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga 25 basis poin yang tinggi. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa setelah beberapa kenaikan suku bunga penting oleh Bank of Japan sejak 2024, pasar kripto pernah mengalami penyesuaian signifikan.
Stablecoin dana keluar terlebih dahulu
Sebelum pertemuan kebijakan, kondisi dana on-chain sudah menunjukkan tanda kelelahan. Artikel tersebut menyatakan bahwa pekan ini, aliran keluar stablecoin akumulatif melebihi 3 miliar dolar AS, sehingga total kapitalisasi pasar stablecoin turun menjadi sekitar 316 miliar dolar AS, mendekati titik terendah dua bulan, berkurang lebih dari 6 miliar dolar AS dibandingkan puncak fase sebesar 322 miliar dolar AS pada akhir Mei.
- Arus keluar stablecoin minggu ini: lebih dari $3 miliar
- Total kapitalisasi pasar stablecoin: sekitar $316 miliar
- Turun dari puncak akhir Mei: lebih dari $6 miliar
Data ini dianggap oleh artikel sebagai sinyal langsung: pasar tidak terus-menerus mengalirkan dana baru ke aset kripto, dan sebagian dana justru sedang ditarik keluar. Bagi aset berisiko yang bergantung pada likuiditas, ini biasanya berarti tekanan jangka pendek semakin meningkat.
Waktu pertemuan Jepang-AS bertumpukan
Artikel tersebut berpendapat bahwa perhatian lebih besar tertuju pada kedekatan waktu pertemuan Bank of Japan dengan pertemuan FOMC Federal Reserve. Meskipun pasar tidak memperkirakan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada kali ini, jika pernyataan setelah pertemuan kurang bersahabat dari yang diharapkan, hal itu masih dapat memperbesar volatilitas pasar.
Dalam konteks ini, jika Bank of Japan terus menaikkan suku bunga, hal itu dapat lebih memperketat likuiditas global. Artikel tersebut menunjukkan bahwa suku bunga Jepang yang lebih tinggi dapat mendorong penguatan yen dan mengurangi aliran dana berbiaya rendah yang sebelumnya mengalir ke aset berisiko global, yang tidak menguntungkan bagi pasar kripto.

Secara keseluruhan, ini adalah artikel analisis yang lebih bersifat opini. Penilaian intinya adalah bahwa, di tengah arus keluar dana stablecoin dan menjelang pertemuan bank sentral Jepang dan AS, pasar kripto sedang menghadapi ujian likuiditas yang lebih sensitif.





